Mbak Fira Yang Ngajarin Ma… [Cerita seks]

30 May

Cerita DewasaCerita Seks – usiaku saat itu masih 6 tahun, kelas 1 SD, sedangkan fira, mbak sepupuku, aku lupa berapa usianya, tapi waktu itu dia sudah kelas 4 SD. dia anak yang lincah, cantik, putih dan tubuhnya padat berisi. kami sering bermain bersama, main petak umpet, kemah-kemahan, dan tentu saja dokter-dokteran. seperti biasa hari itu aku main kerumahnya, orang tuanya sedang sibuk berjualan di warung samping rumah hingga kami hanya berduaan saja di ruang keluarga. “dek, main kemah-kemahan yuk” kata mbak fira. aku menurut saja, lalu kami membuat tenda dari selimut. kamipun bermain ular tangga di dalam tenda dengan beralaskan tikar. tapi rupanya mbak fira bosan dengan permainan itu, “dek, main yang lain yuk, main dokter-dokteran aja gimana?”, aku pun mengiyakan, dan sesuai kesepakatan akulah dokternya sedangkan mbak fira adalah pasiennya.

setelah merapikan ular tangga mbak fira memberikan stetoskop mainan padaku lalu dia berbaring di atas bantal yang ia bawa ke dalam tenda. seperti biasa aku menempelkan stetoskop ke dadanya layaknya seorang dokter. tapi tanpa aku duga dia menyingkapkan t-shirt nya hingga tampak perutnya, dadanya dan tentu saja puting susunya yang berwarna pink. masih ku ingat waktu itu buah dadanya masih belum tumbuh sama sekali, rata, hanya saja putingnya terlihat mencuat dengan pembuluh darah tipis dan halus di sekitarnya. tampak jelas pembuluh berwarna hijau kebiruan itu karena begitu putihnya kulit mbak fira. karena masih kecil aku nggak terangsang sama sekali oleh pemandangn itu, tapi yang jelas waktu itu ada perasaan tertarik dalam diriku untuk mengetahui lebih jauh tentang tubuh mbak fira. aku diminta sekali lagi menempelkan stetoskop ke dadanya. kulakukan hal itu, bahkan iseng ku tempelkan stetoskop ke puting susunya. “dek, peter-puter stetoskopnya di daerah situ” akupun menggesek-gesekkan stetoskop di daerah puting susunya. “ih, geli ya, terus dek jangan berhenti” kata mbak fira. udara di dalam tenda memang panas hingga kami berdua mulai berkeringat, mungkin itulah yang membuat mbak fira melepas t-shirtnya, atau mungkin juga dia sudah tidak tahan lagi dengan rangsangan di puting susunya. stetoskopku masih terus bergerilya di kedua puting susunya. sesekali mbak fira meraba dan memijit-mijit sendiri putingnya sembari memejamkan mata dan sedikit mendesah merasakan geli di puting susunya.

mbak fira menyuruhku membukakan roknya. awalnya aku hanya menyingkapkan saja roknya hingga terlihat celana dalamnya. “gak usah disingkap gitu dek, dilepas aja semuanya, celana dalamnya juga ya” pinta mbak fira. akupun melakukannya. pertama aku lepaskan roknya, lalu aku pelorotkan celana dalamnya hingga akhirnya mbak fira benar-benar telanjang bulat dengan tubuh yang mengkilap basah oleh keringat. aku lihat gundukan vaginanya, dan aku masih ingat vagina yang montok, mungil, dan tanpa ada bulu sama sekali, dan juga teringat jelas daerah disekitar belahan vaginanya merona merah, mungkin karena celana dalam yang terlalu ketat. melihat pemandangan itu timbul hasratku untuk mengetahui tubuh mbak fira lebih jauh, meskipun aku masih kecil tapi dalam dunia medis dikatakan bahwa anak kecil pun memiliki libido, mungkin itulah yang membuat penis mungilku menjadi tegang. “dek, coba kamu periksa memeknya mbak, stetoskopnya di gesek-gesek juga seperti tadi” kata mbak fira. aku melakukannya, ku tempelkan stetoskop ke vaginanya, lalu ku gesek-gesekkan secara perlahan. aku lihat mbak fira mendesah lebih keras, dia terlihat menelan ludah, memejamkan mata, sesekali melihat ke arah vaginanya. “kenapa mbak, geli ya?” tanyaku. “geli banget dek, coba kamu geseknya lebih cepat dikit rasanya enak banget dek”

rupanya mbak fira belum puas dengan hanya seperti itu. “dek coba kamu pegang memeknya mbak, di usap-usap biar cepet sembuh soalnya memeknya mbak gatal”. aku pun mengusap vaginanya, rasanya halus banget, hangat dan empuk. aku lihat mata mbak fira merem melek merasakan geli di daerah vaginanya. “dek sekarang coba kamu masukin jari kamu ke memeknya mbak” perintah mbak fira. aku bingung, aku tidak melihat ada lubang disana, hanya gundukan vagina dengan sebuah lekukan garis yang membelah tepat ditengah vaginanya. rasa keingin tahuanku makin menjadi, libidoku makin tinggi, dan penisku pun bertambah tegang. lalu aku menguak belahan vaginanya dengan jari-jari mungilku. wah sungguh menakjubkan pemandangan di dalam. bagian dalam vaginanya berwarna pink, dan terlihat basah, pun menebarkan aroma khas vagina, ada daging yang menonjol di bagian atas vaginanya, dan kini aku tahu itulah yang dinamakan klitoris, ku lihat juga ada setitik lubang yang ternyata itu adalah lubang kencing, dibawahnya ada sebuah lubang kira-kira sebesar jari telunjukku pada saat itu, mungkin lubang itulah yang dimaksudkan mbak fira. aku langsung memasukkan jari telunjukku ke dalam lubang itu, rasanya hangat dan licin. “ya terus masukin aja jari kamu dek, tapi pelan-pelan aja” kata mbak fira. akupun memasukkan jariku makin dalam dengan perlahan. semakin dalam jariku semakin terasa panas, dan kurasakan sangat licin dan berlendir. “ah..sakit dek, pelan-pelan donk..mmh..oh..oh..oh..ya gitu dek, puter-puter aja jari kamu di dalam ato kamu keluar masukin aja jari kamu” desah mbak fira dengan mata merem-melek. tapi aku keluarkan lagi jariku, aku amati cairan licin yang melumuri jariku, tidak berwarna tapi sangat licin dan aroma khasnya begitu menyengat, bukannya bau, tapi justru aroma itu membuat libidoku makin memuncak. “loh kok dikeluarin lagi dek, masukin lagi donk gak apa-apa kok, ayo donk dek masukin lagi, enak banget neh” kata mbak fira kesal.

mbak fira menekuk kedua lututnya lalu mengangkangkan kedua pahanya lebar-lebar hingga tampak jelas bagian dalam vaginanya. sekali lagi aku masukin jariku kedalam lubang vaginanya. kemudian aku putar-putarkan jariku. mbak fira memejamkan mata merasakan kenikmatan itu. lalu aku keluar masukkan jariku. kulihat mbak fira menggigit bibir bawahnya yang mungil sembari tetap terpejam. mbak fira meraih tanganku yang satunya lalu menyuruhku memainkan puting susunya. kini kedua tanganku sama-sama bermain. yang kiri memainkan puting susunya sedangkan yang kanan memainkan vaginanya. mbak fira tetap terpejam, kedua tangannya memegangi bantal sehingga terlihat ketiaknya yang halus putih dan berkeringat, sungguh sangat seksi. “mmh..mmh…oh..oh..terus dek jangan berhenti..oh..oh agak dipercepat dikit dek” mbak fira meracau. aku pun mempercepat gerakan jariku di vaginanya, aku putar-putar, aku keluar masukkan begitu seterusnya. desahan mbak fira makin kencang. “oh..oh..lebih cepat dek”, gerakan jariku yang tadi sudah cepat kini lebih ku percepat lagi hingga vaginanya berbunyi karena bergesekan dengan dengan jariku yang bergerak sangat cepat. “ceplok…ceplok..” bunyi itu makin keras dan cepat seiring dengan gerakan jariku. “mmh..mmh..enak banget dek..terus..terus..oh..oh..” mbak fira meracau tidak karuan. tubuhnya menggelijang tidak beraturan. wajahnya memerah, keringatnya bercucuran. pinggulnya terangkat ke atas, bergerak ke kanan ke kiri. tangannya makin erat memegangi bantal. desahannya makin keras seperti orang kesetanan. sesekali tubuhnya tersentak. dan sentakan paling hebat membuat lutut kanannya yang ditekuk kini lurus kembali. pingulnya bergerak makin tak beraturan. pahanya yang kanan merapat ke paha yang kiri hingga jariku sempat terlepas dari vaginanya tapi aku masukkan kembali dengan sangat cepat. pinggulnya terangkat sekali lagi. mencondong ke arak kiri. kurasakan jariku seperti tersedot kedalam vaginanya. dinding-dinding vaginanya menekan jariku kuat sekali. dan akhirnya sebuah teriakan yang cukup keras keluar dari mulut mbak fira “dek mbak mau pipis..ah..ah..gak tahan lagi dek..oh..oh..ah..ahhhh…ahhhh…arrrggghhhhh”. aku cabut jariku dari vaginanya “crot..crot..crooot” vagina mbak fira menyemprotkan cairan. cairan itu mengenai pahanya, lalu aku lihat cairan itu mengalir deras dari vagina mbak fira. pinggulya kini turun kembali. tapi cairan itu masih tetap saja keluar membanjiri tikar. aku lihat mata mbak fira masih terpejam. mulutnya menganga dan nafasnya tersengal-sengal.

“ah..enak banget dek, tapi mbak fira pipis, abis udah gak tahan lagi sih” mbak fira kini mulai tenang kembali. matanya terbuka dan melihat ke arahku penuh dengan kepuasan. tangan kirinya memegang vaginanya yang belepotan cairan. mbak fira merasakan cairan itu lalu mengamatinya. “ini apa ya kok licin?”. dia pun bangkit, duduk dan mengamati vaginya. tangannya meraih cairan kental berwarna bening keputih-putihan yang masih menggenang di tikar tepat di bawah vaginanya. “ini bukan kencing, tapi apa ya?” dia pun membauinya. aku melakukan hal serupa. aku colekkan jariku ke cairan itu dan aku amati. cairan kental yang licin dan berbau sedikit amis. “ini memang bukan kencing mbak” kataku. “iya, tapi apa ya kok tadi rasanya seperti mau kencing, dan pas keluar rasanya enak banget dek, beda kalo kencing seperti biasanya”.

dan kini aku tahu itu adalah cairan orgasme, mbak fira tadi telah mengalami orgasme yang hebat dan mungkin untuk yang pertama kalinya. dan kini pun aku tahu lendir licin yang menebarkan aroma khas vagina pada saat pertama kali aku memasukkan jariku ke vagina mbak fira itu adalah cairan lubrikasi yang akan keluar saat seorang perempuan sedang terangsang. cairan ini rupanya berguna sebagai pelumas dan sebagai pemberi aroma pada vagina.

dengan keadaan yang masih telanjang bulat mbak fira berdiri dan keluar tenda. cairan orgasmenya masih menetes dari vaginanya. dia kembali ke dalam tenda dengan sebuah lap bersih. lalu dia me-lap vagina dan pahanya yang belepotan cairan orgasme. dia juga membersihkan tikar yang masih tersisa cairan orgasme. tadi cairan itu begitu banyak, tapi rupanya telah diserap oleh tikarnya. kini semuanya telah bersih, hanya saja aroma vagina masih juga memenuhi tenda. mbak fira memakai kembali pakaiannya. “dek, lain kali kamu mau gak main yang kayak tadi?” tanya mbak fira. “mau mbak, sepertinya asik banget, sampe tititku berdiri” jawabku. “hah..titit kamu berdiri..ha..ha..tapi kamu janji jangan cerita ke siapa-siapa klo kita main yang kayak tadi, klo kamu cerita nanti kita bisa dimarahi sama ortu”. “ok deh mbak, aku janji gak akan cerita ke siapa-siapa” kataku

itulah pengalaman pertamaku tentang seks. sejak saat itu aku sering melakukan hal seperti tadi. di semua tempat pun jadi, asalkan tidak ada orang yang melihat. kadang di dalam tenda, kadang di kamar mbak fira dan bahkan kami pernah melakukannya di sofa ruang tamu. cerita ini adalah nyata dari penglamanku sendiri, bukan orang lain, hanya saja nama di samarkan, terserah anda percaya atau tidak. terlepas dari anda percaya atau tidak tapi kini anda tahu bahwa anak kecilpun bisa terangsang karena mereka memilik libido, dan bahkan mereka bisa mengalami orgamse seperti yang di alami orang dewasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: